PENYELENGGARAAN TEKNIS PENDIDIKAN

Penyelenggaraan pendidikan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu mengikuti sistem penyelenggaraan tinggi secara nasional dengan sistem satuan kredit semester yang memberi peluang untuk (1) Menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel dalam pengembangan program profesi tertentu, (2) Menggunakan sarana pendidikan baik perangkat kelas maupun perangkat lunak secara efisien untuk berbagai macam program pendidikan, (3) Pemberian bimbingan akademik bagi mahasiswa selama menempuh studinya. Sistem penyelenggaraan pendidikan ini dirancang untuk mendapatkan ciri culture mahasiswa kesehatan tamatan Akkes Sapta Bakti memiliki perilaku dengan etika yang baik, dengan cara membudayakan senyum, sapa dan salam di lingkungan kampus, menjadikan pengelola dan semua dosen sebagai contoh/role model, dan menerapkan sistem reward & punishment yang jelas pada penegakan peraturan & disiplin.


Garis besar penyelenggaraan pendidikan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu terdiri atas: pelaksanaan proses belajar mengajar dan evaluasi hasil belajar.

 

    1. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum D III Keperawatan dan DIII Kebidanan dengan bentuk "Competency Base Curiculum" yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional, dan Surat Keputusan Menkes no. 045 tahun 2002 tentang kurikulum pendidikan tinggi.

    1. Proses Pembelajaran
        1. Setiap cabang ilmu atau mata kuliah diberi nilai kredit dan Satuan Kredit Semester (SKS).
        2. Besar kecilnya bobot SKS untuk masing-masing cabang ilmu atau mata kuliah yang berlainan tidak selalu sama.
        3. Besar kecilnya bobot SKS suatu mata kuliah tertentu sama sekali tidak mencerminkan penting tidaknya mata kuliah yang bersangkutan.
        4. Besar kecilnya bobot SKS untuk masing-masing mata kuliah yang ditentukan atas dasar ruang lingkup jumlah bahan ajar mata kuliah bersangkutan serta waktu yang dibutuhkan untuk menguasainya, termasuk di dalamnya adalah besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam SKS.
        5. Mahasiswa diwajibkan menempuh sejumlah 115 SKS untuk keperawatan dan 119 SKS untuk kebidanan yang terdiri dari 40% - 50% teori dan 50% - 60% praktek dalam kurun waktu 6 - 10 semester (Struktur Program Terlampir).
            1. Muatan Lokal kursus Bahasa Inggris (Semester I - IV) di luar SKS wajib.

          Khusus untuk kursus bahasa inggris semua mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan dengan baik dengan kriteria kelulusan yang disepakati, sehingga setelah mahasiswa selesai kursus diberikan sertifikat keberhasilan.
          Untuk itu bagi yang belum lulus tidak mendapatkan sertifikat, maka ijazah mahasiswa tidak akan diberikan sampai dengan kelulusan kursus bahasa inggris.

          1. Pelatihan Gawat Darurat dan Siaga Bencana (Semester V).
          2. Muatan Lokal Sistem Kardiovaskuler/EKG (Semester V).
          3. Muatan Lokal Komputerisasi dan Program SPSS (Semester V).

      Disamping SKS Wajib tersebut, mahasiswa Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu khususnya program studi DIII Keperawatan dibebankan dengan SKS muatan lokal tambahan :

Penyelenggaraan proses pembelajaran pada Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu dilaksanakan berdasarkan sistem kredit yang merupakan beban studi Mahasiswa dan beban kerja tenaga pengajar beserta pengelola dalam satuan kredit semester yang selanjutnya disingkat SKS.
Satuan Kredit Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi Mahasiswa, besarnya pengetahuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu serta besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi perguruan tinggi dan tenaga pengajar.
Dalam satu semester terdiri dari dua belas minggu kuliah atau kegiatan terjadwal, satu minggu evaluasi tengah semester, satu minggu evaluasi semester, minggu tenang satu minggu, dan libur dua minggu.
Adapun ciri dari penerapan sistem kredit semester pada program pendidikan DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan adalah sebagai berikut: