SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR

    1. Evaluasi hasil belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah sekurang-kurangnya merupakan gabungan dari penilaian:
      1. Ujian Tengah Semester
      2. Tugas (pembuatan makalah, tugas rumah, terjemahan, dan lain-lain)
      3. Quiz baik yang dipersiapkan maupun dadakan
      4. Laporan hasil praktikum, kerja lapangan atau laboratorium, khusus ujian laboratorium, untuk beberapa ketrampilan menggunakan metode OSCE.
      5. Ujian laboratorium
      6. Ujian akhir semester

 

    1. Syarat Mengikuti Ujian Tengah Semester dan Akhir Semester
      1. Untuk dapat mengikuti ujian tengah semester maupun akhir semester tiap mata kuliah mahasiswa harus mengikuti perkuliahan minimal 90% kehadiran.
      2. Kehadiran ? 75%  < 90% harus membuat tugas tiap mata pelajaran sesuai ketidakhadiran pelajaran dimaksud dan menyumbang 1 buah buku perpustakaan yang berkaitan dengan mata kuliah bersangkutan yang dikoordinir oleh koordinator MK/ Wali tingkat masing-masing.
      3. Mahasiswa yang kehadirannya < dari 75% tidak dapat mengikuti ujian tengah semester maupun akhir semester dan hanya dapat diikuti pada periode tahun berikutnya pada semester yang sama.

 

  1. Syarat Ujian Laboratorium
    1. Untuk dapat mengikuti ujian laboratorium sebelumnya mahasiswa harus  terlebih dahulu memenuhi syarat ujian semester pada mata kuliah yang berkaitan dengan ujian laboratorium tersebut.
    2. Mahasiswa harus mengikuti minimal 1 kali laboratorium mandiri untuk setiap prasat &  lulus responsi dengan dosen pengampu MA.

Aspek Penilaian

MACAM PENILAIAN DAN ASPEK YANG DINILAI

    1. Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan tes harian, ujian semester, penugasan, seminar, ujian praktikum di laboratorium dan rumah sakit serta penilaian etika dan kedisiplinan mahasiswa.

 

    1. Tes/ujian dapat dilakukan berupa tes/ujian tertulis, lisan, ujian praktikum atau penilaian terhadap tugas-tugas yang diberikan dan praktek kerja klinik/lapangan, diskusi, seminar dan lain sebagainya.

 

    1. Apabila nilai ujian tengah semester (UTS) atau ujian akhir semester (UAS) tidak mencapai nilai batas lulus yaitu 56 (C) maka mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengulang ujian tersebut 1 kali dengan bentuk soal :
      1. Jika soal lama maka nilai maksimal hanya 56 (C)
      2. Jika soal lama 50 % dan soal baru 50 % maka nilai maksimal hanya 79.

 

  1. Syarat minimal untuk lulus setiap mata kuliah adalah nilai C (2.00) bagi mahasiswa yang gagal mencapai nilai batas lulus maka :
    1. Mata kuliah dengan nilai D (1.00) harus diperbaiki pada semester berikutnya pada mata kuliah yang sama dengan mengikuti ujian semester saja baik UTS maupun UAS.
    2. Mata Kuliah dengan nilai E (0.00) harus di ulang dengan cara mengikuti kuliah dari mata kuliah bersangkutan pada semester berikutnya dengan mencantumkan mata kuliah tersebut dalam KRS.

SISTEM MONITORING DAN BIMBINGAN MAHASISWA

    1. Sistem Monitoring
      1. Hal-hal yang dimonitor adalah keaktifan mahasiswa mengikuti perkuliahan, penampilan, kedisiplinan, kehadiran/absensi & hasil pembelajaran (KHS). Aspek yang dimonitor meliputi tiga ranah meliputi: kognitif, afektif dan psikomotor.
      2. Monitoring dilakukan oleh wali tingkat serta pembimbing akademik (PA), bila ditemukan masalah wali tingkat berkoordinasi dengan pembimbing akademik.
      3. Evaluasi & monitoring dicatat menggunakan acuan lembar monitoring pembimbing akademik pada lampiran buku ini.

 

    1. Bimbingan & Konseling

Akkes Sapta Bakti memiliki program bimbingan konseling, kegiatan ini disiapkan dengan menunjuk PA (Pembimbing Akademik) dimana masing-masing PA wajib memberikan bimbingan berkaitan dengan kemajuan proses pendidikan/kegiatan akademik termasuk pencegahan, perbaikan dan pengembangan kejiwaan mahasiswa, dengan tujuan untuk membantu para mahasiswa agar dapat mengembangkan diri secara optimal, baik secara pribadi, sosial maupun akademik sehingga mereka mampu bertanggung jawab terhadap diri dan masa depannya. Guna keefektifan program bimbingan konseling maka bimbingan ini rutin dilaksanakan setiap triwulan (setengah semester) atau pada saat ditemukan masalah pada mahasiswa tersebut.

    1. Bimbingan Keterampilan

Bimbingan keterampilan disiapkan Akkes Sapta Bakti dengan cara memfasilitasi mahasiswa mengikuti bimbingan khusus dengan perawat senior tentang ketrampilan dasar maupun keterampilan lanjutan dengan proses pendampingan praktek secara mendetail melalui uji coba langsung dan berulang-ulang sampai mahasiswa dinyatakan lulus oleh dosen pembimbing, bimbingan ini dengan tujuan menyiapkan mahasiswa siap bekerja di tatanan institusi pelayanan kesehatan dengan ketrampilan yang baik.

PENYELENGGARAAN SATUAN KREDIT SEMESTER (SKS)

    1. Pengalaman Belajar Ceramah (PBC) atau Kuliah
      1. 1 Jam (50 menit) acara tatap muka terjadwal dengan dosen.
      2. 1 - 2 jam (60 - 120 menit) acara kegiatan pengajaran terstruktur yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen.
      3. 1 - 2 jam (60 - 120 menit) acara kegiatan mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan Mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan yang lain sebagai tugas pendidikan.

PBC adalah kegiatan belajar mengajar yang bahan/pelajarannya disampaikan dengan lisan. Nilai kredit 1 SKS untuk PBC atau K adalah bila tiap minggu selama satu semester dilakukan kegiatan pendidikan sebagai berikut:

    1. Pengajaran Belajar Diskusi (PBD)

Pengalaman belajar diskusi (PBD) adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dalam diskusi kelompok. Harga satu SKS kegiatan diskusi dibutuhkan 2 jam, diskusi terjadwal dikelas diiringi 1 - 2 jam kegiatan mandiri menyelesaikan tugas kelompok, menyusun makalah, dan sebagainya.

    1. Pengalaman Belajar Praktik (PBP) atau Praktik Laboratorium (L)
      1. Praktik Laboratorium Utama dimana dosen mengajarkan ketrampilan melalui demonstrasi langsung dengan menggunakan peralatan sesuai dengan jenis praktik/ketrampilan tertentu.
      2. Praktik Laboratorium Mandiri, yaitu mahasiswa wajib melakukan praktek individu secara mandiri dipandu oleh dosen pembimbing, untuk masing-masing prasat terdapat pedoman check list dan buku panduan, adapun langkah-langkah yang diajarkan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan tidak hanya trampil dalam melaksanakan tindakan perawatan saja, tetapi lebih ditekankan pada "human relationship" yaitu dengan cara membekali mahasiswa praktek komunikasi & etika dalam setiap tindakan keperawatan, kegiatan PBL ini diikuti dengan responsi, tugas baca rujukan/literatur dan tugas individu lainnya.
      3. Praktek Laboratorium Khusus, untuk praktek dengan target penguasaan penggunaan alat dan ketrampilan tertentu kami bekerjasama dengan institusi lain misal, Labkesda dan Lab RSUD Dr. M Yunus Bengkulu.
      1. 180 menit praktek terjadwal
      2. 60-120 menit kegiatan akademik struktur
      3. 60-120 menit kegiatan akademik mandiri

1 SKS Kegiatan Praktikum di laboratorium dan sejenisnya dibutuhkan 2 jam kerja laboratorium. Kegiatan laboratorium merupakan kegiatan penerapan ilmu dari teori ke dalam praktek untuk memfasilitasi mahasiswa agar menguasai bidang ketrampilan sesuai dengan teori yang diajarkan. Praktek Laboratorium ini meliputi:

Nilai 1 SKS PBP/L adalah tiap minggu dalam satu semester dilakukan kegiatan sebagai berikut:

    1. Pengalaman Belajar Klinik (PBK) atau Praktek Klinik Keperawatan dan praktek klinik Kebidanan (PKK).

Proses Belajar Klinik memberi kesempatan belajar kepada Mahasiswa untuk mengalami dan mempraktekkan serta mencoba secara nyata pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh pada setiap tahap pendidikan disertai sikap professional sesuai dengan profesinya. Nilai kredit 1 SKS untuk PBK adalah 4 - 5 jam per minggu selama satu semester.

    1. Pengalaman Belajar Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Pengalaman belajar PKL adalah memberi kesempatan kepada Mahasiswa untuk mengalami dan mempraktekkan serta mencoba secara nyata pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada setiap tahap pendidikan disertai sikap professional sesuai dengan profesinya.
Penguasaan kognitif, komunikasi dan keterampilan/psikomotor yang diperoleh/dipelajari lalu di praktekkan secara utuh dan menyeluruh di masyarakat, yang dilaksanakan pada tahun terakhir.
Setiap mahasiswa yang mengikuti praktek kerja lapangan diwajibkan lulus secara penuh dari semester I - IV dan mengikuti semua kegiatan pembelajaran untuk setiap mata kuliah yang telah tercantum dalam Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester selanjutnya.

PENYELENGGARAAN TEKNIS PENDIDIKAN

Penyelenggaraan pendidikan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu mengikuti sistem penyelenggaraan tinggi secara nasional dengan sistem satuan kredit semester yang memberi peluang untuk (1) Menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel dalam pengembangan program profesi tertentu, (2) Menggunakan sarana pendidikan baik perangkat kelas maupun perangkat lunak secara efisien untuk berbagai macam program pendidikan, (3) Pemberian bimbingan akademik bagi mahasiswa selama menempuh studinya. Sistem penyelenggaraan pendidikan ini dirancang untuk mendapatkan ciri culture mahasiswa kesehatan tamatan Akkes Sapta Bakti memiliki perilaku dengan etika yang baik, dengan cara membudayakan senyum, sapa dan salam di lingkungan kampus, menjadikan pengelola dan semua dosen sebagai contoh/role model, dan menerapkan sistem reward & punishment yang jelas pada penegakan peraturan & disiplin.


Garis besar penyelenggaraan pendidikan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu terdiri atas: pelaksanaan proses belajar mengajar dan evaluasi hasil belajar.

 

    1. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum D III Keperawatan dan DIII Kebidanan dengan bentuk "Competency Base Curiculum" yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional, dan Surat Keputusan Menkes no. 045 tahun 2002 tentang kurikulum pendidikan tinggi.

    1. Proses Pembelajaran
        1. Setiap cabang ilmu atau mata kuliah diberi nilai kredit dan Satuan Kredit Semester (SKS).
        2. Besar kecilnya bobot SKS untuk masing-masing cabang ilmu atau mata kuliah yang berlainan tidak selalu sama.
        3. Besar kecilnya bobot SKS suatu mata kuliah tertentu sama sekali tidak mencerminkan penting tidaknya mata kuliah yang bersangkutan.
        4. Besar kecilnya bobot SKS untuk masing-masing mata kuliah yang ditentukan atas dasar ruang lingkup jumlah bahan ajar mata kuliah bersangkutan serta waktu yang dibutuhkan untuk menguasainya, termasuk di dalamnya adalah besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam SKS.
        5. Mahasiswa diwajibkan menempuh sejumlah 115 SKS untuk keperawatan dan 119 SKS untuk kebidanan yang terdiri dari 40% - 50% teori dan 50% - 60% praktek dalam kurun waktu 6 - 10 semester (Struktur Program Terlampir).
            1. Muatan Lokal kursus Bahasa Inggris (Semester I - IV) di luar SKS wajib.

          Khusus untuk kursus bahasa inggris semua mahasiswa diwajibkan untuk menyelesaikan dengan baik dengan kriteria kelulusan yang disepakati, sehingga setelah mahasiswa selesai kursus diberikan sertifikat keberhasilan.
          Untuk itu bagi yang belum lulus tidak mendapatkan sertifikat, maka ijazah mahasiswa tidak akan diberikan sampai dengan kelulusan kursus bahasa inggris.

          1. Pelatihan Gawat Darurat dan Siaga Bencana (Semester V).
          2. Muatan Lokal Sistem Kardiovaskuler/EKG (Semester V).
          3. Muatan Lokal Komputerisasi dan Program SPSS (Semester V).

      Disamping SKS Wajib tersebut, mahasiswa Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu khususnya program studi DIII Keperawatan dibebankan dengan SKS muatan lokal tambahan :

Penyelenggaraan proses pembelajaran pada Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu dilaksanakan berdasarkan sistem kredit yang merupakan beban studi Mahasiswa dan beban kerja tenaga pengajar beserta pengelola dalam satuan kredit semester yang selanjutnya disingkat SKS.
Satuan Kredit Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi Mahasiswa, besarnya pengetahuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu serta besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi perguruan tinggi dan tenaga pengajar.
Dalam satu semester terdiri dari dua belas minggu kuliah atau kegiatan terjadwal, satu minggu evaluasi tengah semester, satu minggu evaluasi semester, minggu tenang satu minggu, dan libur dua minggu.
Adapun ciri dari penerapan sistem kredit semester pada program pendidikan DIII Keperawatan dan DIII Kebidanan adalah sebagai berikut: